Awalan

April 2, 2008 at 3:20 pm (Tak terkategori)

kali ini pertama kali gw online serius bwt ngurusin ni blog. klo kata pa nurul seh namanya maintenance gitu.
Gw msh bingung mo nulis apa ibaratnya gw masih hijau dengan dunia blog tapi doain gw ya mudah mudahan blog ni mampu berkembang dari bayi menjadi balita yang lucu lalu jadi anak-anak yang soleh/a, kemudian tumbuh dewasa dengan semangat dan nilai juang yang tinggi. Amin….
#online di warnet kesayangan “idaman” ;)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Protes Keras Film Fitna

April 2, 2008 at 3:18 pm (ARTIKEL)

Beberapa minggu yang lalu telah terjadi hal yang mengejutkan dunia islam. Eropa kembali membuat ulah dengan pemutaran film yang berjudul FITNA yang melecehkan Islam. Entah sudah berapa kali eropa membuat gusar hati kaum muslimin setelah sebelumnya membuat karikatur Nabi Muhammad yang notabene adalah seorang Rasul yang menjadi panutan kaum muslimin sedunia. Sebagai bentuk respon terhadap pembuatan, penayangan dan penyebaran film Fitna oleh pimpinan Freedom Party Belanda, Greet Wilders, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendatangi Kedubes Belanda di Jakarta pada hari Selasa (1/4). Di bawah panasnya terik matahari, massa HTI dengan lantang menyuarakan pembelaan terhadap Rasulullah saw, Al-Quran dan Islam serta menuntut agar Greet Wilders dihukum mati. ”Hukuman Mati Untuk Penghina Nabi”, ”Khilafah Akan Menghentikan Penghina Islam”, ”Tegakkan Khilafah, Penghina Musnah”, demikian bunyi poster yang mereka bawa.

Jubir HTI, M. Ismail Yusanto, dalam siaran persnya menyatakan protes keras terhadap film tersebut. ”Kita juga menuntut agar peredaran film itu dihentikan dan Greet Wilders dihukum berat.” papar Ismail. Jika tidak, lanjut Ismail, berarti pemerintah Belanda dan negara-negara Eropa telah menerapkan standar ganda. Pasalnya, Barat yang selama ini berkoar-koar tentang kebebasan berpendapat nyatanya juga akan menyeret ke pengadilan setiap orang yang meragukan kebenaran Hollocaust (pembantaian massal) yang dilakukan oleh Nazi terhadap orang-orang Yahudi di Eropa.

”Bukankah mengkritik Hollocaust juga adalah bagian dari kebebasan berpendapat? Mengapa untuk kritik terhadap Hollocaust dilarang, sementara penghinaan terhadap Islam dibiarkan atas nama kebebasaan?” tanya Ismail.

HTI juga mempertanyakan kampanye dialog antarperadaban (antara Islam dan Barat) yang selama ini terus didengung-dengungkan oleh Barat. ”Di satu sisi, Barat menyerukan dialog peradaban, tapi pada saat yang sama Barat membiarkan penghinaan terhadap peradaban lain seperti penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad saw dan Al-Qur’an. Mereka berbicara tentang dialog peradaban, akan tetapi Barat memaksakan peradaban Barat di negeri-negeri Islam bahkan dengan kekuatan militer seperti yang kini tengah terjadi di Irak” ungkap Ismail.

Selain itu, menurut Ismail, semua ini menunjukkan kelemahan umat Islam akibat dari tiadanya Khilafah dan Khalifah yang memerintah kaum muslimin. Menurutnya, tiadanya seorang Imam yang melindungi aqidah dan kehormatan kaum muslimin inilah yang meyebabkan orang-orang kafir dengan sesuka hatinya terus memfitnah, melecehkan dan menodai Islam.

Pemerintah Belanda Lepas Tangan

Selain melakukan orasi di depan gedung kedubes Belanda, delegasi HTI yang terdiri dari H.M Ismail Yusanto, Drs. H. Hafidh Abdurrahman, MA., KH. Muhammad Al Khaththath, Ir. M. Rahmat Kurnia, M.Si, Farid Wajdi, S.IP, Ir. Anwar Iman dan Abdullah Fanani, juga melakukan audiensi dengan duta besar Belanda untuk Indonesia, Nicolaos Van Dam.

Dalam kesempatan tersebut Nicolaus Vadam menyatakan bahwa film Fitna tersebut bukan merupakan sikap dan pandangan pemerintah Belanda. Masyarakat Belanda, kata Nicolaos, juga banyak yang menentang. ”Itu adalah tanggung jawab Wilders sendiri dan partainya. Salah alamat jika protes disampaikan ke pemerintah Belanda. Harusnya ke partai Wilders (Freedom Party maksudnya, red)” ungkap sang dubes. Artinya pemerintah Belanda lepas tangan terhadap urusan ini.

Menanggapai pernyataan Dubes Belanda tersebut, delegasi HTI menyatakan bahwa itu merupakan tanggung pemerintah Belanda. ”Karena Wilders merupakan warga negara Belanda, bahkan anggota parlemen Belanda. Jadi sudah seharusnya pemerintah Belanda menghentikan Wilders dan siapaun yang menghina Islam. Jadi sangat tepat jika delegasi HTI datang ke Kedubes Belanda” bantah Ismail. Ismail juga membacakan pernyataan sikap HTI yang selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah Belanda oleh pihak Kedubes Belanda.

untuk teman-teman yang menbaca tulisan ini

kita aqidah kita jangan sampai terinjak-injak oleh orang-orang non muslim

semangat mengkaji islam…

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Bermalam Ria

April 2, 2008 at 3:18 pm (Tak terkategori)

Mungkin bagi sebagian orang malam minggu adalah malam yang indah dengan berjuta kenangan indah didalamnya. Bisa diisi dengan jalan-jalan baik sama keluarga, teman, gebetan, pacar atau bahkan jalan-jalan ikut ronda keliling kampung. Tapi berbeda dengan gw malam kamis adalah malam terindah diman gw bisa hidup dengan tenang, nyaman, damai setelah pada siang harinya kuliah and praktikum yang bikin perut jadi laper, mata jadi mumet, otak jadi tetep ada di kepala (ga pindah tempat tuh).

gw bisa melakukan aktifitas kesukaan gw di malam ni seperti tidur, makan, nonton tipi, smsn walaupun ga da pulsa (emank bisa ya??) minum banyak aer sampe-sampe aer sumur abiz (ya ga kalee…) dan yang paling asik online buat bikin & ngurusin blog ini.

Pesen aja : klo bisa online pake hotspot biar murah :)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Hello world!

Maret 14, 2008 at 4:09 pm (IPTEK)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Permalink 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.